
Pernah menerima SMS berantai seperti ini?
Bagi Anda yang masih duduk di bangku SMA terutama kelas 3 mungkin seringkali menerima SMS macam itu. Tidak menutup kemungkinan juga bagi orang yang di atasnya (semisal mahasiswa ataupun sudah bekerja, dst) seringkali menerima SMS berantai seperti itu walau dengan tema yang berbeda - beda namun dengan maksud atau tujuan yang sama. Lalu seringkali pula kita bingung bagaimana harus menanggapinya.
Di satu sisi dalam hati kecil kita merasa sedikit ketakutan jika tidak memenuhi permintaan di atas, takut kalau - kalau kalimat di atas terbukti. Namun di sisi lain kita tahu jelas bahwa SMS seperti itu hanya SMS iseng dan tidak ada gunanya, tidak berdampak apapun pada kehidupan kita mendatang.
Apalagi jika dikaitkan dengan agama. Dan memang terbukti menurut agama saya, Islam, bila kita menuruti / mempercayai SMS berantai di atas atau mempercayai yang semacamnya, sama halnya kita telah hilang kepercayaan kepada yang Maha Kuasa, dan hal ini bisa dikategorikan sebagai syirik.
Lalu di sisi lain apabila kita ingin menelusur dari mana SMS berantai tersebut berasal, sepertinya bukanlah pekerjaan yang mudah. Pasalnya SMS berantai seperti itu sudah pasti tersebarluaskan secara umum. Dan kebanyakan, menurut kacamata saya pribadi, orang (sebagian sih :D) cenderung lebih mempercayai SMS tersebut sehingga cenderung mengirim SMS itu ke beberapa nomor lain. Alasan mereka sebenarnya simpel saja, mereka hanya ingin cari aman. Dengan begitu, akibatnya SMS tersebut bagaikan rantai yang sukar untuk dilepas. Hingga sangat sulit bagi kita untuk mengecek siapa sebenarnya sang biang keladi yang berada di balik layar.
Lalu bagaimana seharusnya sikap yang kita ambil? Jika berkaca dari kesimpulan saya pribadi, terlepas dari pendapat Anda masing - masing, saya berkesimpulan bahwa jika menerima SMS berantai macam itu sebaiknya jangan disebarluaskan. Jujur saya sangat tidak senang (paling muntab) bila menerima SMS ini. Lantas kita jangan terus mengolok - olok si pengirim SMS itu, diamkan saja. Start from yourself, and if you could do it, you'd get much better then.
Kalau mau percaya, jangan pada hal - hal yang seperti itulah. Lagipula kan masih ada Tuhan di atas, tempat kita memohon dan bersimpuh, yang senantiasa mendengar do'a kita. Apa gunanya agama coba kalau kita masih percaya dengan hal - hal seperti itu. Selain itu kan juga buang - buang pulsa, apalagi untuk sesuatu yang tidak ada gunanya. :D
Bagaimana dengan pendapat Anda?
Read the rest of this post >>>
Do'a anak bangsa semoga kita semua lulus di ujian nasional nanti,
tolong sebarkan SMS ini ke 8 nomor teman yang lain...
bila SMS ini sampai terputus di kamu, maka kita semua mendoakan,
semoga kamu tidak lulus ujian.. amiin..!
Bagi Anda yang masih duduk di bangku SMA terutama kelas 3 mungkin seringkali menerima SMS macam itu. Tidak menutup kemungkinan juga bagi orang yang di atasnya (semisal mahasiswa ataupun sudah bekerja, dst) seringkali menerima SMS berantai seperti itu walau dengan tema yang berbeda - beda namun dengan maksud atau tujuan yang sama. Lalu seringkali pula kita bingung bagaimana harus menanggapinya.
Di satu sisi dalam hati kecil kita merasa sedikit ketakutan jika tidak memenuhi permintaan di atas, takut kalau - kalau kalimat di atas terbukti. Namun di sisi lain kita tahu jelas bahwa SMS seperti itu hanya SMS iseng dan tidak ada gunanya, tidak berdampak apapun pada kehidupan kita mendatang.
Apalagi jika dikaitkan dengan agama. Dan memang terbukti menurut agama saya, Islam, bila kita menuruti / mempercayai SMS berantai di atas atau mempercayai yang semacamnya, sama halnya kita telah hilang kepercayaan kepada yang Maha Kuasa, dan hal ini bisa dikategorikan sebagai syirik.
Lalu di sisi lain apabila kita ingin menelusur dari mana SMS berantai tersebut berasal, sepertinya bukanlah pekerjaan yang mudah. Pasalnya SMS berantai seperti itu sudah pasti tersebarluaskan secara umum. Dan kebanyakan, menurut kacamata saya pribadi, orang (sebagian sih :D) cenderung lebih mempercayai SMS tersebut sehingga cenderung mengirim SMS itu ke beberapa nomor lain. Alasan mereka sebenarnya simpel saja, mereka hanya ingin cari aman. Dengan begitu, akibatnya SMS tersebut bagaikan rantai yang sukar untuk dilepas. Hingga sangat sulit bagi kita untuk mengecek siapa sebenarnya sang biang keladi yang berada di balik layar.
Lalu bagaimana seharusnya sikap yang kita ambil? Jika berkaca dari kesimpulan saya pribadi, terlepas dari pendapat Anda masing - masing, saya berkesimpulan bahwa jika menerima SMS berantai macam itu sebaiknya jangan disebarluaskan. Jujur saya sangat tidak senang (paling muntab) bila menerima SMS ini. Lantas kita jangan terus mengolok - olok si pengirim SMS itu, diamkan saja. Start from yourself, and if you could do it, you'd get much better then.
Kalau mau percaya, jangan pada hal - hal yang seperti itulah. Lagipula kan masih ada Tuhan di atas, tempat kita memohon dan bersimpuh, yang senantiasa mendengar do'a kita. Apa gunanya agama coba kalau kita masih percaya dengan hal - hal seperti itu. Selain itu kan juga buang - buang pulsa, apalagi untuk sesuatu yang tidak ada gunanya. :D
Bagaimana dengan pendapat Anda?

