twitter
    See You (Soon)...
Tampilkan postingan dengan label Curahan Hati. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Curahan Hati. Tampilkan semua postingan

2009/09/26

Paling Muntab Sama Yang Kayak Gini...


Pernah menerima SMS berantai seperti ini?

Do'a anak bangsa semoga kita semua lulus di ujian nasional nanti,
tolong sebarkan SMS ini ke 8 nomor teman yang lain...
bila SMS ini sampai terputus di kamu, maka kita semua mendoakan,
semoga kamu tidak lulus ujian.. amiin..!


Bagi Anda yang masih duduk di bangku SMA terutama kelas 3 mungkin seringkali menerima SMS macam itu. Tidak menutup kemungkinan juga bagi orang yang di atasnya (semisal mahasiswa ataupun sudah bekerja, dst) seringkali menerima SMS berantai seperti itu walau dengan tema yang berbeda - beda namun dengan maksud atau tujuan yang sama. Lalu seringkali pula kita bingung bagaimana harus menanggapinya.

Di satu sisi dalam hati kecil kita merasa sedikit ketakutan jika tidak memenuhi permintaan di atas, takut kalau - kalau kalimat di atas terbukti. Namun di sisi lain kita tahu jelas bahwa SMS seperti itu hanya SMS iseng dan tidak ada gunanya, tidak berdampak apapun pada kehidupan kita mendatang.

Apalagi jika dikaitkan dengan agama. Dan memang terbukti menurut agama saya, Islam, bila kita menuruti / mempercayai SMS berantai di atas atau mempercayai yang semacamnya, sama halnya kita telah hilang kepercayaan kepada yang Maha Kuasa, dan hal ini bisa dikategorikan sebagai syirik.

Lalu di sisi lain apabila kita ingin menelusur dari mana SMS berantai tersebut berasal, sepertinya bukanlah pekerjaan yang mudah. Pasalnya SMS berantai seperti itu sudah pasti tersebarluaskan secara umum. Dan kebanyakan, menurut kacamata saya pribadi, orang (sebagian sih :D) cenderung lebih mempercayai SMS tersebut sehingga cenderung mengirim SMS itu ke beberapa nomor lain. Alasan mereka sebenarnya simpel saja, mereka hanya ingin cari aman. Dengan begitu, akibatnya SMS tersebut bagaikan rantai yang sukar untuk dilepas. Hingga sangat sulit bagi kita untuk mengecek siapa sebenarnya sang biang keladi yang berada di balik layar.

Lalu bagaimana seharusnya sikap yang kita ambil? Jika berkaca dari kesimpulan saya pribadi, terlepas dari pendapat Anda masing - masing, saya berkesimpulan bahwa jika menerima SMS berantai macam itu sebaiknya jangan disebarluaskan. Jujur saya sangat tidak senang (paling muntab) bila menerima SMS ini. Lantas kita jangan terus mengolok - olok si pengirim SMS itu, diamkan saja. Start from yourself, and if you could do it, you'd get much better then.

Kalau mau percaya, jangan pada hal - hal yang seperti itulah. Lagipula kan masih ada Tuhan di atas, tempat kita memohon dan bersimpuh, yang senantiasa mendengar do'a kita. Apa gunanya agama coba kalau kita masih percaya dengan hal - hal seperti itu. Selain itu kan juga buang - buang pulsa, apalagi untuk sesuatu yang tidak ada gunanya. :D

Bagaimana dengan pendapat Anda?



Read the rest of this post >>>

2009/08/26

Menang Dengan Tangan Hampa…

Seperti telah diketahui bahwa pada bulan Juli lalu blog ini pernah mengikuti satu kontes tentang promosi netbook. Kata pihak penyelenggara sih, pengumuman pemenang akan diumumkan tepat pada hari kemerdekaan Republik Indonesia, 17 Agustus 2009. Kemudian karena penasaran pada tanggal itu juga pagi – pagi sekali saya langsung melesat ke website resmi penyelenggara untuk mengecek nama saya di daftar pemenang, siapa sangka bila dapat tempat.

Dan ternyata tanpa diduga sama sekali, entah mimpi apa saya malem itu, tulisan saya mengenai promosi netbook tadi oleh pihak penyelenggara dinobatkan sebagai salah satu ‘WINNER’!! Yah, walau tidak memenangkan hadiah utama - hanya mendapatkan satu buah USB 4 GB - tapi jujur saya sudah cukup bangga dan puas atas prestasi saya yang sukses menyisihkan pesaing lain yang tidak sedikit jumlahnya.

Kemudian agar hadiah dapat dikirim sampai ke alamat pemenang, pihak penyelenggara menetapkan beberapa persyaratan yakni pemenang harus mengirimkan email yang berisi lampiran scan identitas dirinya beserta validitas email serta link kontes. Email selambat – lambatnya harus sudah dikirim pada 25 Agustus 2009. Kelihatannya persyaratan tersebut memang cukup mudah untuk dipenuhi.

Pada hari itu juga saya langsung mengirim email ke pihak penyelenggara yang berisikan email valid disertai link kontes ditambah identitas diri namun bukan dalam bentuk gambar hasil scan, karena di rumah ga ada scanner dan males kalo mesti datengin ke rental. Lalu beberapa hari setelahnya saya mendapatkan email balasan dari penyelenggara dan di sana dikatakan bahwa email yang saya kirim masih kurang memenuhi persyaratan.

Karena terlalu terforsir dengan pelajaran di sekolah, belum ditambah tugas – ulangan, les, serta karena sedang berpuasa, akhirnya saya memutuskan untuk menunda dulu pengiriman email yang berisi semua persyaratan tadi.

Hari demi hari terlewati, tak terasa telah mencapai tanggal 5 Ramadhan 1430 H, atau 26 Agustus 2009 !!! Ternyata saya sama sekali lupa tentang deadline batas pengiriman yang hanya sampai tanggal 25 Agustus…

Oh my godness….!!!!

Betapa menyesalnya saya, padahal lumayan banget kan, hanya tinggal kirim scan identitas bisa dapet flash disk 4 GB secara gratis, yang jika dirupiahkan bisa mencapai angka 140 ribu rupiah.. (heheh keliatan ni kalo mata duitan)

Mau gimana lagi, pada akhirnya saya memang harus mengikhlaskan rezeki satu ‘merah – merah’ ditambah dua ‘ijo – ijo’ itu melayang. Sekarang yang bisa saya lakukan hanyalah mencoba sabar dan ikhlas. Barangkali hal ini merupakan salah satu ujian dari Allah SWT untuk mengukur sampai di mana tingkat kesabaran saya di bulan puasa ini. Positive thinking aja deh…
Read the rest of this post >>>

2009/06/28

Kece Sih, Tapi...



Sabtu pagi yang cerah, matahari bersinar terang, angin bertiup sepoi, burung – burung berlomba mengeluarkan kicauannya yang paling indah, tapi tau napa yang itu diem aja, eh, burung sangkar yang di rumah maksudnya, hehe.

Hari itu saya memiliki agenda piknik untuk mengisi liburan sekolah, yakni kegiatan outbound ke Tlogo, Salatiga, bersama keluarga tercinta lengkap dengan Ayah, Ibu, kakak cowo yang paling gede dan minus kakak cewe. Acara outbound tersebut merupakan agenda rutin yang diadakan oleh kantor ibu saya setiap setahun sekali.

Perjalanan dimulai sekitar pukul tujuh, agak mundur sih dari jadwal, mungkin gara – gara nunggu saya sama kakak yang kebetulan dateng telat kali, hehe. Dengan berarmadakan bus PO Muncul kami segera meluncur menuju TKP. Jujur sih sebenernya saya nggak mau ikutan, tapi gara – gara dipaksa ibu yang kebetulan jadi panitia mau gimana lagi. Tapi terus batal nyeselnya karena kebetulan banyak anaknya temen ibu yang ikut juga. Emang bener batal, soalnya pas di bus nggak sengaja ngeliat ada cewe kece seumuran SMA – kuliahan gitu, putih, pake jilbab, manis banget dah sumpah. Tau tuh, kali aja kalo mandi pake gula yah, wkaka, tapi sayang nggak tau anaknya bapak yang mana, yang jelas begitu ngeliat dia langsung ngiler deh abis seliter, haha.

Jam delapan lewat kami mencapai tempat tujuan yang terletak di daerah Tuntang itu. Udaranya nyaman banget, nggak dingin tapi juga nggak panas, bikin semangat ikutan outbound, apalagi ditambah ada si mba kece itu, hahay. Setelah minum seteguk teh anget yang sudah disediakan, acara pun dimulai. Para peserta mengikuti acara pertama yakni senam. Damn!! Sialan!! Padahal paling benci sama olahraga yang satu ini. Tapi bagusnya, dan nggak tau mimpi apa semalem, si cewe nan kece tadi beberapa kali ngeliat ke arah saya yang sedang sibuk senggal – senggol, posisinya berhadapan sih, makanya saya bisa tau. Oh my GOD..!! (dalam hati bergumam), dia ngeliatin gw..!! Belum pernah ngeliat ondel – ondel senam kali nih cewe.

Anyway, saya mencoba agar tidak salting di depan dia. Dalam hati saya sudah berpikir (keras) gimana cara yang pas buat kenalan ma tuh cewe tanpa ke-gep sama keluarga. Seperempat jam terlewati, acara senam akhirnya selesai juga. Tiba acara berikutnya, berikutnya dan berikutnya. Nothing special sih, paling have fun-nya aja yang dapet, hoho british dikit boleh dong. Hingga akhirnya tiba pada acara terakhir, keliling perkebunan kopi, cengkeh, dan karet. Tapi parahnya saya belum punya peluang juga buat kenalan. Padahal sepanjang perjalanan saya udah sengaja deketin dia, dan sejauh ini respon yang dia berikan positif. Intinya dia nggak ngejauh gitu.

“Cakep deh, seenggak – enggaknya dia nggak jijik lah ngeliat muka gw,” gumam saya dalam hati.

Dan akhirnya tiba di acara klimaks sebelum pulang, dengan penuh 'pemaksaan' alias 'mekso' dalam bahasa Jawanya, daripada pulang dengan perasaan nyesel dan ujung – ujungnya bunuh diri stress, akhirnya saya maksain buat kenalan. Posisi saat itu adalah saat sedang berjalan menuju kebun kopi, dengan kakak saya berada di samping, si mba kece tadi tepat di depan. Dalam hati sebenernya udah mikir nih, curiga, dari tadi kakak kayaknya sengaja nggak ngejauhin saya, jangan – jangan dia curiga saya jalan deket ma cewe ini terus. Ah bodo, tu urusan belakang, yang penting sekarang kenalan dulu. Dan akhirnya dialog 'mekso' itu pun terjadi..


# Forcefulness Dialog


Saya : (dag, dig, dug, dag..)
    “ehm, mba udah kuliah ato masih SMA ya???” (seenggak – enggaknya kuliah juga nggak masalah dong yang penting kece dulu, batin saya)



Mba kece : (melongo, agak kaget campur ngempet ketawa)
    “loh, saya udah kerja kok, saya freelance di PT. Blablabla (kantornya ibu)...”



Kakak rese : (spontan ngakak)
    “huakakakak…!!” (sampai sekarang pun saya masih ingat persis gimana nada ketawanya.. sialan..!!)



Saya : (dalam hati)
    “cakep deh..!! sialan!!”

    (dengan malu – malu dan malu – maluin)
    “oh, he..he..he.. kirain masih kuliah, abis mukanya keliatan kayak anak kuliahan sih..”



Mba kece : "kalo kamu??"


Saya : (semu - semu mau mencret saking malunya)
    "heheh, saya masih SMA kok mba naek klas 3 SMA..."



# # #




Dan begitulah adanya, ternyata si mba kece tadi udah kerja. Padahal sumpah, face-nya masih kayak anak SMA banget! Parahnya lagi diketawain sama kakak yang kebetulan udah kerja juga dan ternyata satu tempat kerja sama si mba tadi. Buset dah!!

Setelah kejadian itu hingga pulang pun saya nggak berani deket sama si mba kece tadi. Paling – paling pas udah mau pisah saya hanya berani ngomong, “duluan ya mba..” (sambil meringis tapi nangis darah dalam hati). Sampai di rumah pun saya langsung diketawain habis – habisan sama kakak yang ternyata sejak awal udah tau niat busuk saya buat kenalan dan memang sengaja ngediemin saya. Beghh!!



Read the rest of this post >>>

2009/06/23

Pesugihan Pemblokir Adsense, Mau??



Duh baru sempat posting lagi nih, gara – gara kemarin nunggu komentarnya yang di postingan kontes promosi netbook biar agak banyak dulu (wkaka ngemis sekalian ah...). Hadiahnya lumayan sih, laptop cui, hhe... Padahal udah tiap hari nunggu pengumuman dari pihak panitia (ngarep menang nih), eh ternyata masih bulan Juli baru diumumin.

Kemarin sekitar satu mingguan lewat saya baru aja ngalamin pengalaman yang kurang ngenakin nih. Selasa pagi sekitar pukul 05.47 seperti biasa saya mengecek e-mail Yahoo milik saya. Percaya nggak percaya, di Spam ada e-mail dari Google Adsense, perasaan udah mulai nggak enakan nih, feeling bad gitu, dan ternyata terbukti bro!! Akun Adsense kesayangan saya di-BLOKIR KIR oleh pihak Adsense! Ajib dah, padahal udah capek – capek nabung 10 dolar lebih selama 3 bulanan, ludes semua ambles balik ke Adsense-nya lagi. Padahal rencananya tuh duit hasil Adsense mau dipake buat beli gitar baru, kostum gitulah, walaupun kalo dengan duit segitu cuman dapet senar doang tapi khan sayang juga.. Huhuhu..



# Six days before ....

Waktu itu udah kagak nahan pengen cepet – cepet beli gitar baru, bingung sih abis ortu aja nggak nyetujuin kasih dana, alesan bikin males belajar lah, apa lah, yang membuat saya bertekuk lutut hingga Diam Tanpa Kata persis kayak lagunya D’Nasib, haha.. Akhirnya dengan berat otak saya memutuskan untuk DIY (Do It Yourself, ceileh...). Sejurus kemudian saya langsung dapet pencerahan, tiba – tiba aja keinget sama yang namanya om Adsense. Langsung dah nge-Googling nyari cara buat mencurangi om saya yang satu ini, eh ketemu, pake damn software sialan yang namanya Auto Clicker, buat ngeklik Ads secara berulang. Kedengerannya aja sih meyakinkan, langsung menuju TKP, cabut ke warnet biar IP address-nya nggak ketahuan, buka blog Wong Ndeso, ngeklik ngawur dah di iklan yang ada. Sejauh ini masih lancar aja, sekitar 90 kali klik udah keitung di rekening Adsense-nya. Ajib.


# Three days before ....

Sama seperti 3 hari sebelumnya, saya datengin warnet tapi beda tempat biar gak dicurigain kalo sama IP address-nya, ngeklik - ngeklik iklan gak jelas yang ada tapi cuman dapet 70 klik, lumayan lah. Sipp dah penghasilan nambah nih walaupun gak seberapa ngaruh. Saya pulang dengan perasaan optimis cepat kaya, noh kayaknya ini deh yang bikin saya jadi kualat.


# One day before ....

Dikirimin nomor PIN sama Adsense via pos, nomor ini buat melengkapi persyaratan Adsense dalam hal metode pembayaran, nurut dah langsung dimasukin, hadooh sukur dah kayaknya jalan makin mulus nih, pikirku waktu itu.


# At accompolished day ....

Gara – gara nulis status di Facebook tentang Adsense yang diblokir itu, jadi diketawain nyokap yang katanya gak sengaja baca pas di kantor. Langsung nelpon rumah gitu sambil ketawa ngakak. Haduh – haduh!


# Kesimpulan ....

Ternyata alesan utama Adsense blokir akun saya adalah karena mereka mencurigai adanya tindak kecurangan. Ya abis saya nya juga sih yang terlalu napsong pengen cepet dapet duit banyak, ngeklik – klik ngawur pake pesugihan software sialan itu, ketauan kan jadinya! Fuhh, sampai di sini ternyata opsi pertama buat beli gitar telah resmi gatot ! Nah opsi kedua apaan yak belom kepikiran. Emm, ngemis aja kali yah... Haha, ada yang mau nyumbang gak nih?? :D


Read the rest of this post >>>

2009/04/17

Go to Bali, Vakum Dulu Ngeblog-nya


Waduh.. Minggu ini kayak-nya emang bener-bener sial, bikin kesel, plus capek. Yang pertama nih, kemarin kompie yang ada di rumah yang biasa dipake internetan tiba-tiba ancur nggak tau kenapa. Pas mau masuk log on screen tiba-tiba langsung nge-blank, kluar blue screen-nya, trus rebooting sendiri. Makin tambah dipaksain, malah makin ancur. Padahal awalnya cuman masalah memory, tapi lama-lama semuanya jadi kena. Driver Sound-nya katanya nggak ke install lah, explorer nya stop responding lah. Nah, sebagai seorang newbie yang nggak tau apa-apa, wajar aja kan kalo saya bingung, hehe. Sebenernya kalo minta dibenerin kakak sih bisa. Tapi dia nya aja yang nggak mau. Katanya ntar jadi kemanjaan. Dikit-dikit rusak, trus minta dibenerin. Huhh..

Kesialan nggak berhenti di situ aja. Pada mid-week, saya mengalami tabrakan dengan sesama pengguna motor lain. Ceritanya pas saya lagi mau beli sandal boncengan ama temen, saya menabrak om-om yang lagi berboncengan ama babe-nya. Kontan aja dia marah-marah, ngata-ngatain saya, dan klimaksnya ampe ngajakin berantem segala lagi. Saya udah bingungnya setengah mati. Nggak tau musti gimana lagi.

Akhirnya dia minta dibawa ke rumah sakit. Saya jadi tambah panik, soalnya duit di dompet lagi tipis, saya pikir pasti si om-om itu minta dibayarin buat berobat ke rumah sakit. Padahal kalo berobat ke rumah sakit kan nggak dikit biayanya. Saya pikir pasti uang di dompet nggak bakal bisa nutup. Untung sajalah sang babe (sang malaikat penolong saya) dengan baik hati menjelaskan bahwa sebenarnya dia (si om-om) maksa saya ke rumah sakit buat ngurus motornya yang ancur itu, ditambah mau nengokin anaknya yang lagi mondok. Ealah, ternyata lagi banyak masalah yah tuh orang, pantesan aja tadi ampe ngajakin berantem segala, ckck...

Sedikit perasaan lega terbersit di wajah saya sejurus setelah mendengar penjelasan dari paman itu. Kemudian kami sampai di parkiran rumah sakit. Nah, di situ lah klimaks-nya terjadi. Dia minta ganti rugi minimal 70 ribu. Padahal di dompet cuman ada 40. Trus saya bilang apa adanya kalo di dompet cuman ada 40 ribu. Sebenernya sih si babe mau nerima aja karena mungkin kasian (atau nggak betah) ngliat muka saya yang memelas banget waktu itu. Tapi si om-om tetep kenceng ama pendiriannya, dia malah ngancem bakalan lapor ke polisi segala kalo nggak dipenuhin tuntutannya itu (mending khan daripada ngajakin berantem, hehe..).

Setelah melalui proses tawar-menawar harga, akhirnya deal juga. Dengan tambahan uang dari temen saya senilai 20 ribu perak saya bilang kalo saya udah mentok cuman bisa segitu. Tapi emang dasar rese tuh orang, udah ditambahin segitu juga masih nggak nerima. Untung nih lagi-lagi si babe berperan. Dengan sedikit nada tegas dan bijaksana dia meminta sang anak agar mau menerima uang itu. Dan akhirnya, cling, cling, deal tercapai. Tak lupa pada akhirnya kami berjabat tangan tanda bahwa kami telah berdamai.

Terakhir, masalah yang nggak kalah ngeselinnya adalah persiapan untuk Study Tour ke Bali. Pasalnya, sekolah saya tercinta, SMA N 1 Surakarta, pada hari Sabtu, 18 April 2009 ini akan mengadakan kegiatan Study Tour khusus untuk kelas XI. Sampai saat ini persiapan telah 99% selesai. Harapan saya (do'akan saja, hehe..) semoga perjalanan ini menyenangkan dan tidak ada malapetaka, halangan dan rintangan sedikit pun, amien!!

Hope it can be memorized for all of my life...




Read the rest of this post >>>

2009/03/25

Link Teman-Teman Wong Ndeso Hilang



Tragedi ini terjadi pada tanggal 19 Maret 2009 ketika sore hari menjelang maghrib. Ketika itu saya hanya iseng pengen melihat-lihat template setelah mencarikan template untuk blog teman satu kelas saya. Kemudian saya menemukan template yang tampilannya sangat keren dari website eblogtemplates.com.yang namanya wp-polaroid blogger (kalo nggak percaya liat aja.. hehe)

Sejurus kemudian saya berinisiatif untuk mengadopsi template tersebut ke blog tercinta ini. Saya pikir semuanya akan aman-aman saja, maklumlah masih newbie, masih nggak ngerti apa-apa tentang bahasa HTML, nggak ngerti juga apa resiko ganti template.. haha. Ketika itu saya semakin yakin dengan template tersebut mengingat jumlah download yang ada (sekitar 40 ribu-an!!) pengguna blogger menggunakannya untuk diadopsi ke blog mereka.

Tanpa pikir panjang saya langsung masuk ke Edit HTML, tak lupa mem-backup template terlebih dahulu, kemudian mengganti template dengan yang baru. Alangkah kecewanya saya melihat hasil yang ada, ternyata template tersebut tidak sebagus yang saya inginkan. Banyak sekali kekurangan yang memaksa saya untuk kembali ke template semula.

Akhirnya saya kembali ke Edit HTML untuk mengembalikan ke template semula dan setelah saya view, ternyata widget-widget yang ada di sidebar, termasuk widget My Friends (yang berisi link teman-teman blogger) menghilang entah ke mana. Saya semakin bingung mengingat sudah lama sekali saya tidak mem-backup widget tersebut. Yang saya pikirkan hanyalah bagaimana cara mengembalikan widget My Friends (link teman-teman), yang notabene merupakan hasil jerih payah saya selama ini bertukar link dengan blog lainnya. Yah, dengan berat hati, saya terpaksa mengambil backup My Friends (link teman-teman) yang ada yang hanya sekitar 15 link teman terakhir backup.

Oleh karena itu dengan segala kerendahan hati, melalui tulisan ini saya mohon maaf apabila blog Anda adalah salah satu yang dulu sudah pernah saya link namun tidak ada di dalam widget My Friends.

Satu-satunya solusi (pliss bgt..), silahkan Anda menulis di kotak komentar (bagi yang sudah pernah tukeran link dan belum), dan akan segera saya link lagi. Sekali lagi mohon maaf dan harap maklum atas unforced error yang terjadi (halah.. udah salah masi aja sok british.. hehe)



Read the rest of this post >>>

2009/03/15

Perjuangan Yang Tak Terbayarkan



Hari ini, Ahad, 15 Maret 2009, adalah hari yang tidak akan pernah hilang dari ingatan saya for whole of my life.... Hari ini, saya mendapatkan banyak sekali pelajaran berharga yang tak akan pernah terlupa.

Sebelumnya perkenalkan, kami adalah pasukan XI IPA 8, salah satu anak bawang dari SMAN 1 Surakarta. Hari ini kami menjalani pertandingan final kejuaraan sepakbola yang disebut SMANSA CUP. SMANSA CUP sendiri merupakan kompetisi tahunan yang mempertandingkan semua kelas mulai dari kelas X hingga kelas XI. Kami memulai kejuaraan yang sangat bergengsi bagi para putra SMANSA ini dengan mudah. Kami sukses menjadi juara grup dengan mencatat kemenangan sempurna tanpa pernah kebobolan.

Pada babak selanjutnya pun ternyata kami masih terlalu tangguh bagi lawan kami. Pada perempat final, kami sukses menggasak skuad XI IPA 4 yang terkenal memiliki pertahanan tangguh dengan skor meyakinkan, 3-1. Pada semifinal, kami tidak terlalu banyak mendapat kesulitan. Dan korban selanjutnya yang harus mundur dari turnamen ini adalah XI IPA 6. Kami membantai mereka dengan skor telak 6-3. Sepertinya partai final pun akan menjadi milik kami pula jika seperti ini terus caranya.

Namun nampaknya kami terlalu hiperbolis, kami terlalu optimistis dapat merengkuh gelar juara SMANSA CUP 2009. Dan memang apa yang sangat saya khawatirkan tersebut benar adanya. Pada partai puncak, kami harus berusaha hingga ngos-ngosan dan hampir kalah menghadapi pasukan tangguh XI IPA 7. Untunglah kami dapat menyamakan skor 2-2 dan memaksakan drama adu penalti.

Satu catatan, selama kurang lebih 70 menit berjuang di lapangan rumput, saya bermain sangat buruk. Tidak seperti biasanya pertahanan kami sangat kacau menghalau serangan. Saya yang diamanati untuk mengomandoi barisan belakang dan bertugas pada sektor gelandang pun bermain jauh di bawah perform. Berulang kali saya melakukan kesalahan yang mengakibatkan terjadinya gol pertama dan kedua.

Mimpi buruk saya tidak berakhir di situ saja. Pada drama adu penalti, saya yang menempati urutan ke-4 sebagai algojo gagal menunaikan tugas. Bola yang saya tendang dengan kaki kanan hanya mengenai tiang gawang atas, dan bola pun meluncur ke atas lalu keluar. Sungguh saat itu saya merasa sangat kecewa, betapa menyesalnya saya, setelah gagal selama 70 menit, harus rela gagal lagi pada drama penentuan. Andai saja saat itu saya lebih tenang, pasti penendang ke-5 tidak akan down dan gagal mencetak gol, dan kami masih bisa berharap akan adanya pesta kemenangan.

Setelah pertandingan, kami berbaris untuk diambil fotonya, namun saya tidak mampu walau untuk sejenak merebahkan bibir, saya benar-benar tidak bisa menyembunyikan kekecewaan saya. Wajah murung pun kian akrab dengan saya meskipun teman-teman sudah mencoba untuk menghibur. Ditambah lagi, ternyata ayah saya hadir untuk menonton pertandingan itu. Betapa campur aduk perasaan saya setelah menerima semua kenyataan itu. Kecewa, marah, malu, sedih bercampur menjadi satu. Hingga tulisan ini dibuat pun saya masih belum bisa melupakan kekecewaan saya.

Terakhir, saya ingin mengucapkan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada teman-teman saya yang telah berjuang hingga titik darah penghabisan. Saya juga meminta maaf kepada supporter XI IPA 8 yang telah setia untuk terus mendukung kami selama ini.

To : Ageng, Thomas, Yosua, Kholid, Sanuri, Sony, Ian, Resi, Oddi, Kisma, Betty, Budhi, Gracia, Elpa. Maafkan aku....



Read the rest of this post >>>